Senin, 18 Maret 2013
I Love You Alloh..:*
There is a star tonight
A star shines every darkness
A star can show to world that it can accompany earth to be bright
A star can give direction to pass the failure
In our heart we can find the star
A star always make our heart calm down and bravely
A star open our mind that we are small and we should realize
That a star is only created by Alloh
And Alloh always stay and be our life when we wake up, move, walk althought sleep
because Alloh is only enough for my life :-) thank you Alloh for today.
Minggu, 17 Maret 2013
Asal Muasal Kata 'Mengsle'
| dari kanan (milla, elys, qorik, iin) |
| elys dan milla |
Senin, 11 Maret 2013
Sahabat Kecil
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa dibeli
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Sahabat Kecil-Ipang
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa dibeli
| *Marsya |
![]() |
| *ica |
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Sahabat Kecil-Ipang
Kamis, 07 Maret 2013
Djogja again
Tanggal 19 Januari 2013 di Gedung MMTC D.I.Yogyakarta diselenggarakan Seminar Kesehatan Rekam Medis dengan tema "Kelengkapan Berkas Rekam Medis Terhadap Keselamatan Pasien". Acara ini diselenggarakan oleh Politeknik BSI Yogyakarta.
Kami dari D-IV Rekam Medis Politeknik Negeri Jember sebagian besar datang ke acara seminar tersebut. Saya beserta enam teman saya mengikuti acara tersebut. Hari jumat tanggal 18 januari kita berangkat dari jember naik kereta apitut tut tut tut . Tiket Jember-Jogja cuma 35.000 saja. Untuk biaya seminarnya 100.000 dengan fasilitas sertifikat 2 SKP, seminar kit, door prize, makan, dll. Kami rombongan berangkat jam 9 pagi dari stasiun Jember dan sampai di stasiun Lempuyangan Jogjakarta sekitar jam 8 malam. Kita berenam belum ada yang tau nih mau nginep di hotel mana di Jogja nanti, pokonya bondo nekat deh. Sesampainya di stasiun Lempuyangan, kita udah diikuti paparazi (red : sopir taksi, sopir becak, dll). Akhirnya kami jatuhkan pilihan ke pak sopir taksi yang menawarkan 30.000 ke Malioboro untuk berenam. Dan pak sopir pun melajukan kendali mobilnya menuju Indonesia Hotel dengan tarif 60.000/ malam dan 75.000/ malam untuk weekend. Dan kami berenam juga sempat menikmati perjalanan menggunakan TransJogja. Jadi inget kata-kata di kaos yang saya beli di Jogja, DJOGJA NEVER ENDING ASIA.
Kami dari D-IV Rekam Medis Politeknik Negeri Jember sebagian besar datang ke acara seminar tersebut. Saya beserta enam teman saya mengikuti acara tersebut. Hari jumat tanggal 18 januari kita berangkat dari jember naik kereta api
Rabu, 06 Maret 2013
Let's Visit Kampung Inggris
Tahun lalu sekitar bulan juli-agustus 2012 saya dan empat teman saya nekat mengunjungi sebuah kampung yang terkenal dengan nama kampung Inggris. Bukan karena di kampung itu banyak bule nya, tapi karena di kampung tersebut banyak sekali tempat kursus bahasa inggris. Kampung ini adalah kampung Pare, salah satu kecamatan yang ada di kota Kediri. Tampak dari luar tidak ada yang spesial dari kampung ini, sama dengan kebanyakan kampung yang ada di Indonesia. Namun yang membedakan kampung ini dengan kampung lain adalah "napas" pendidikan yang terhirup dimana-mana (*bahasa alay). Seluruh pemuda bahkan petua *lho, dari seluruh pelosok Indonesia ada di kampung kecil ini. Tujuan mereka semua sama mencari ilmu biar bisa cas cis cus ngomong Inggrisnya. Kampung ini pertama kali digagas dan didirikan oleh Mr. Kalend. Jika ingin langsung bertemu dan berguru dengan Mr. Kalend bisa langsung datang ke BEC (Basic English Course). Di kampung ini ada ratusan tempat kursus, mulai dari speaking, grammar, vocabulry, sampai TOEFL ada di kampung ini. Di kampung ini gak perlu bingung mau cari makan, cari kosan, bahkan cari pacar juga bisa disini..hehehe. Yang unik di kampung ini juga banyak sekali ditemukan tempat persewaan sepeda, jadi buat yang orang kota bisa ngerasain car free day tiap hari deh. Untuk pendaftaran kursusnya biasanya setiap tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Tapi lebih baik booking tempat kursus sama kosannya 2 minggu sebelumnya deh, biar gak kehabisan. So, Let's Visit Kampung Inggris.
NB : untuk foto saya di kampung inggris menyusul ya...^^
Senin, 04 Maret 2013
Pantai Kenjeran Surabaya
5 januari 2013. Seperti yang kita tau bahwa surabaya adalah kota
metropolitan kedua setelah jakarta, bahkan sahabat saya bilang surabaya
itu separuhnya jakarta. Saya yakin, penduduk kota surabaya ini
memerlukan banyak ruang terbuka yang bersih seperti wisata bahari dan
sebagainya. Indonesia adalah negara kepulauan, mari peduli menjga
pulau-pulau yang ada di dalamnya mulai sekarang. Kalau bukan kita yang
menjganya mulai sekarang, bagaimana jika anak cucu kita hanya bisa
melihat keindahan lautnya dari sebuah gambar tanpa pernah merasakan
betapa kayanya negeri kita ini dan betapa bangga orang tuanya
menghabiskan sepanjang hidupnya di negeri Indonesia.
UJIAN AKHIR SEMESTER SUDAH DI DEPAN MATA.
Minggu ini 7-13 Januari 2013 adalah minggu tenang, karena minggu depan
adalah ujian akhir semester. Agak berat memang semester ini harus
dihadapkan pada kenyataan semester lalu nilai sempurna, maka semester
ini terdorong untuk mendapatkan hal yang sama. Orang tua memang tidak
pernah menuntut, tapi saya punya tanggung jawab moral untuk membuat
mereka bangga. Saya sebagai anak hanya bisa berusaha semaksimal yang
saya bisa dan terus berdoa agar kedepan menjadi manusa yang lebih baik
dan baik lagi. Amien
API ABADI hanya ada 2 di dunia
Api abadi di pulau madura 5 januari 2013. Mungkin sebagian dari kita
yang belum pernah kesana, bertanya-tanya bagaimana bentuknya api abadi
ini atau di Madura lebih dikenal dengan api tak kunjung padam. Api yang
ada di pulau madura ini berasal dari gas alam yang mengeluarkan api yang
tak kunjung padam. Tapi menurut pendapat saya, fenomena alam yang ad di
pulau garam yang juga dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata di
pulau ini kurang diapresiasi serius oleh masyarakat. Terbukti dengan
tidak terawatnya kawasan di sekitar api tak kunjung padam tersebut.
SELAMAT IDUL ADHA 1433 H
Alhamdulillah tahun ini masih diberi kesempatan untuk merayakan hari
raya Idul Adha 1433 H. Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 26 oktober
2012 hari jumat. Hari raya Idul Adha ini juga sering disebut lebaran
haji, walaupun bukan cuma orang haji saja yang boleh berlebaran. Idul
adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah, sebelumnya pada tanggal 8 dan 9
Dzulhijah disunahkan untuk berpuasa Tarwiyah dan Arafah. Pada lebaran
haji ini adalah ‘musim’ haji, semua umat muslim yang ‘mampu’ dapat
menunaikan ibadah haji sebagai pelengkap rukun islam yang kelima. Dan
pada lebaran haji ini orang-orang yang ‘mampu’ pula yang dapat berkurban
hewan kurban sebagai realisasi kisah nabi Ibrahim dan nabi Ismail.
Belajar Bahasa Korea
an nyeong ha se yo,
jeo eui i reum eun ‘park young ri’ ibnida
joe neun ‘indonesia’ saram ibnida
man na seo ban gab seub ni da
gam sa hab ni da
geu ri go
na neun dang sin eul sarang habnida
hay
nama saya park young ri
saya orang Indonesia
senang bertemu anda
terima kasih
dan
saya cinta kamu^^
jeo eui i reum eun ‘park young ri’ ibnida
joe neun ‘indonesia’ saram ibnida
man na seo ban gab seub ni da
gam sa hab ni da
geu ri go
na neun dang sin eul sarang habnida
hay
nama saya park young ri
saya orang Indonesia
senang bertemu anda
terima kasih
dan
saya cinta kamu^^
INDONESIA GEMILANG SANG INOVATOR IT TERMUDA DI DUNIA
Sore hari tanggal 11 februari 2011 kira – kira jam 16.00 WIB, saya
melihat berita di TV One yang sangat membuat saya sejenak merasa bangga
kepada Indonesia. Dalam acara yang diberi nama Indonesia Gemilang ini
dihadirkan Fahma ( SMP) dan Hania (SD kelas 1) yang sangat hebat. Mereka
berdua ini adalah pencipta software termuda di dunia. Mereka berasal
dari Bandung dan mereka ini adalah kakak beradik. Fahma sendiri telah
membuat 100 ribu software yang digunakan di 190 negara. Dan software
dari Fahma ini telah dibeli oleh Nokia. Dalam acara yang diselenggarakan
di Aula Timur ITB (Institut TEknologi Bandung) ini mendapat perhatian
yang sangat besar dari seluruh ahli IT yang ada di Indonesia, termasuk
Roy suryo. Di sini fahma memberikan penjelasan tentang software yang
dibuatnya. Fahma awalnya senang sekali main game, karena terinspirasi
untuk membuat game tersebut akhirnya fahma berhasil membuat software
game yang bertema apa gitu saya lupa intinya untuk ibu dan adik
perempuannya. Dengan sangat PD fahma menjelaskan game animasinya. Dia
mampu membuat satu animasi game hanya dalam waktu 10 menit. Amazing….dia
juga mengajar di suatu sekolah TI di bandung dengan usia sekecil itu.
Dia berkata bahwa ‘menjadi juara memang menyenangkan, tapi membuat orang
lain juara 100 kali lebih menyenangkan’. Selain Fahma dan hania, juga
ada beberapa anak yang juga sang innovator IT termuda di dunia.
Indonesia harus bangga memiliki mereka.
Program Beasiswa Unggulan
Lupa tanggal berapa aku dapet beasiswanya. pokoknya hari rabu malem waktu aku ma cHoriek maem nasi goreng pak gondrong di jalan Kalimantan.
Tiba - tiba salah satu temen ku yang juga dapet beasiswa ntu sms kalo
aku ma choriek dapet beasiswa unggulan. Setengah percaya sich…
Biar lebih pasti langsung tancap gas ke kampus. eh ternyata benerrr aku dapet. alhamdulilah. bisa kuliah gratis sampek lulus. tapi ada syaratnya sich. IPK >=2.75. semangat!!!!!!!!!!!
syaratnya nilai Unas >=8, nilai rapot, sertifikat prestasi non akademik^^
Biar lebih pasti langsung tancap gas ke kampus. eh ternyata benerrr aku dapet. alhamdulilah. bisa kuliah gratis sampek lulus. tapi ada syaratnya sich. IPK >=2.75. semangat!!!!!!!!!!!
This is my Home
Rumahku ini udah berdiri kokoh sekitar sepuluh tahun yang lalu terhitung
sampai tahun 2010 ini. Susah senang kita alami disini, bersama bapak,
ibu, dan dua orang masku.
Miras bukan sembarang Miras
Waduch,.,maaf sebelumnya. Bukannya saya ‘peminum’ barang haram ini, tapi
saya hanya kolektor botol bekasnya saja^^. Jangan pernah anda berfikir
juga kalau bapak atau keluarga saya ‘peminum’. Naudzubillah. Di atas
dapur rumah saya memang terpajang dua belas macam botol bekas minuman
keras. Dan ini bapak saya dapat ketika bapak masih kerja di Bali.
Maklumlah bapak adalah pegawai di salah satu perusahaan perikanan di
Bali. Teman – teman beliau ada yang ditugaskan uuntuk berlayar kemana –
mana. Bapak sempat terpesona melihat indahnya bentuk botol bekas miras
yang gak bisa dengan mudah dibeli di toko – toko biasa di Indonesia.
Standartnya luar negeri. Jadi bapak tertarik untuk mengkoleksinya. Mas
saya yang suka seni juga senang dengan botol – botol unik itu, jadi biar
kelihatan beneran ditaruh aja kopi dan teh di dalam botol itu. Kopi dan
teh itu bisa ada di dalam botol selama satu tahun. Diganti kalau mau
lebaran aja^^. Jadi yang mau minum, bakalan bener – bener mabuk lebih
dari mabuk miras beneran^^.hhehehehe
cerpen by Me Awal hidupku, di akhir hayat ibuku
Terdengar irama nyaring penuh ketegasan dari sebuah palu kayu di atas
meja yang dibunyikan tiga kali oleh sesosok penuh kewibawaan dalam
ruangan luas, dan megah kala itu. Bukan sebuah meja hijau atau kursi
panas yang jelas. Di ruangan ini bukan suasana tegang penuh pengharapan
untuk mendapat ampunan. Namun di ruangan ini penuuh kebanggan dan rasa
haru bercampur gembira yang tak terkira bagi para bapak dan ibu, ayah
dan bunda, papa dan mama, bahkan abah dan umi. Inilah akhir dari
perjuangan hidup seorang anak manusia dalam mencari ilmu, namun ini awal
dari suatu fase hidup untuk memenuhi kebanggaan keluarga dan orang tua.
Kala itu Rektor Universitas Airlangga, Surabaya menyatakan bahwa Wisuda Pasca Sarjana, Sarjana, dan Diploma akademik 2003 – 2004 resmi menjadi calon penerus bangsa di masa depan. “alhamdulilah, semua yang terbaik untukmu. Trimakasih pernah menjadi kebanggaan bapak dan ibu.”, begitulah kata pertama yang sempat aku dengar dari mulut seorang malaikat hidupku yang selalu mendukung setiap langkahku untuk lebih maju dari pencapaianku selama ini.
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Bahkan bisa dibilang kami adalah keluarga yang kekurangan. Bapak adalah seorang buruh pabrik benang, yang gajinya hanya cukup untuk makan bapak, ibu, mbak, dan aku ketika aku masih belum kuliah dulu. Mbak memang seorang pegawai negri yang kerja di dinas pedesaan, di desa kami. Dan setiap bulan mendapat gajian yang alhamdulilah sedikit – sedikit bisa membantu biaya SMA ku, sebelum kejadian tragis menimpa keluarga kecil mbak Yanti. Yah…Risya anak perempuan mbak ku satu – satunya yang baru berusia 9 tahun, harus mengalami derita yang mungkin untuk dibayangkan saja aku tidak sanggup. Risya harus menahan sakitnya cuci darah di atas kasur rumah sakit yang menakutkan menurutnya. Bahkan derita Risya harus berlanjut, ayah yang selalu diharapkannya ada untuk sekedar memeluk dan menciumnya ketika dia kesakitanpun harus lebih dulu meninggalkannya karena radang ginjal yang diderita mas Priyo, suami mbak Yanti. Ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang pagi, siang, dan malamnya di kelilingi dengan pekerjaan rumah tangga dan memang hanya itu yang bisa dilakukan ibu. Namun yang selalu ku ingat dan selalu menjadi teladan untukku adalah keteguhan hati dan keikhlasan ibu menerima satu persatu ujian yang Allah berikan untuk keluarga kami. “semakin berat ujian yang diberikan Allah kepada umat-Nya, semakin akan ditinggikan derajat kaum itu”, itulah ibu yang selalu ikhlas menerima ujian hidup yang dirasa sangat berat ini.
Bulan Juli tiba, ajaran baru dimulai. Setelah aku lulus dari SMA, mungkin orang menilaiku egois dan tidak pernah memikirkan bagaimana susahnya orang tua. Tetapi, seandainya orang – orang itu tahu aku adalah satu – satunya anak lelaki di rumahku. Suatu saat aku yang harus menanggung beban keluarga. “Kenapa aku tidak boleh bermimpi menjadi seorang dokter?. Kelak aku akan buktikan kepada bapak dan ibu, kalau aku pernah membanggakan keluarga kita.”
“sudah nak, kamu nggak usah dengar kata orang. Bukan mereka yang memberi kita makan. Cukuplah hanya Allah saja yang memberi dan menolong kita.”, sungguh kata – kata ibu itu bagaikan sebongkah es yang mendinginkan hatiku yang panas saat itu. Bapak sudah hampir pensiun, gaji mbak sudah habis untuk biaya cuci darah Risya. Bahkan sawah satu – satunya hasil jerih payah kerja bapak selama ini habis terjual untuk membantu mbak mengobati Risya. Sampai akhirnya harapan Risya untuk bertemu sang ayah menuju sang penciptaNya, dikabulkan Allah.
Sore itu, angin sayup – sayup menemani ruang tamu kami yang penuh keheningan setelah hampir enam bulan keluarga kami kehilangan dua orang yang paling berharga bagi mbak Yanti. Dan enam bulan juga tepatnya aku sudah menganggur di rumah, dan belum tahu kelanjutan mimpiku yang aku tahu aku harus membantu bapak menjadi buruh di sawah milik tetangga kami. Kami duduk melingkar di ruang tamu, saling menatap kedalam hati. Mencoba merasakan hancurnya hati dan perasaan kami satu sama lain. Aku yakin, bapak, ibu, mbak, merasakan sesaknya hati dan ingin lari saja dari kehidupan ini. “pak Setyo tadi ke rumah menemui ibu, menawari ibu jadi TKW di Arab Saudi. Beliau miris melihat keadaan kita yang sepeti ini. Dilihatnya ibu yang cocok menerima pekerjaan ini”, sayup terdengar suara ibu menceritakan kejadian kala itu. Bapak kaget, “kenapa harus ibu? Kenapa bukan Yanti atau Yanto saja yang masih muda? Atau mungkin aku saja?”, tolak bapak. “aku sudah memikirkannya matang – matang pak. Ini jalan terbaik untuk keluarga kita. Bapak tahu sendiri, Yanti baru saja kehilangan suami dan anaknya. Bapak juga sudah tua, sering sakit – sakitan. Dan Yanto, adalah harapan satu – satunya keluarga kita pak. Izinkan dia kuliah, mewujudkan mimpinya jadi dokter. Biarkan ibu saja yang ke Arab, insyaAllah uangnya cukup untuk makan kalian semua dan bisa untuk kuliah Yanto pak..”, jelas ibu kepada kami semua di ruangan itu. Kami semua diam sejenak, membayangkan bagaimana ibu di Negara orang sana. Dan aku adalah anak paling durhaka seandainya nanti aku tidak sanggup membuat ibu bangga karena aku satu – satunya harapan ibu saat ini. Berminggu – minggu kami memikirkan ini semua. Sampai akhirnya pak Setyo datang lagi ke rumah menemui kami semua untuk membicarakan hal itu. “keputusannya jadi bagaimana? Kalau mau, nanti saya yang mengurus semuanya. Saya tahu ini berat, tapi mungkin ini jalan dari yang Maha Kuasa untuk kelangsungan keluarga ini. Kalau urusan biayanya biar nanti saya dulu yang nanggung, kalau sudah dapat bayaran kan bisa dikirim. Bagaimana? Kalau jadi, minggu ini sudah dibawa ke penampungan untuk dilatih.”, terang pak Setyo. “terimakasih sebelumnya pak, saya dan keluarga sudah memutuskan untuk mau kerja di Arab Saudi sampai Yanto nanti lulus kuliah.”, ibu berkata penuh percaya diri dan penuh keikhlasan, itu yang bisa aku tangkap dari mata ibu.
Sepuluh bulan sudah ibu meninggalkan keluarga kami, alhamdulilah ibu sudah bisa beli handphone untuk menghubungi kami di kampung. “jangan lupa terus belajar nak, semua yang terbaik untukmu dan mimpi – mimpimu.”, setetes air mata mungkin dibiarkan ibu menetes kala itu. Aku pun tak kuasa menahan perihnya hati saat itu. Itu adalah kali pertama ibu menghubungi kami di kampung, dan untungnya saat itu aku baru pulang dari kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Benar, Allah mengabulkan doa – doa dan harapan kami semua. Aku ditrima di Unair setelah menyisihkan 1920 orang lebih bersama ke dua puluh orang lain dalam seleksi nasional bulan juli lalu. Dan aku juga mendapat beasiswa bidik misi, ini untuk mahasiswa berprestasi yang kondisi keuangannya di bawah rata – rata. “Alhamdulilah ibu tidak perlu lagi meembayar uang gedung dan SPP ku. Yang penting IP ku harus naik setiap semesternya. Ibu hanya membayar uang praktikum saja, biar untuk makan dan hidup aku cari sendiri bu. Saya juga punya usaha jual ikan asin lho di Surabaya. Diajak teman, uangnya saya pakai untuk makan dan kost.”, itu seberkas kalimat yang aku sampaikan ke ibu untuk menenangkan hatinya yang gelisah.”
“alhamdulilah kalau begitu, ibu juga sudah rindu pelukan bapak, mbak, dan dirimu nak. Doakan ibu selalu diberi kesehatan, agar selalu kuat mendoakanmu . salam sayang dan rindu untuk semuanya nak. Assalamualaikum.”, seraya menutup teleponnya.
Sudah tahun kelima ibu tidak pulang kampung, dan tahun ini juga aku resmi menyelesaikan study ku menjadi dokter umum. Bapak sudah sering sakit – sakitan, mungkin sudah rindu ibu. “sebentar lagi pesawat ibu landing pak, kita tunggu sama – sama ya?”, begitulah penjelasanku kepada bapak dan mbak yang berada bersamaku di bandara Juanda Surabaya untuk menjemput orang yang kami tunggu kedatangannya dari tadi pagi. Sesosok perempuan paruh baya yang mulai terlihat renta dan lelah, dilindungi jilbab putih yang dibiarkannya hinggap di atas kepalanya. Menyeret koper barang di tangan kanan dan kirinya, memakai gamis cokelat tua yang tidak padu dengan jilbabnya tiba – tiba mengayun – ayunkan tangan lemahnya ke arah kami. “Alhamdulillah ibu pulang dengan selamat.”, sembari kami bertiga memeluk erat wanita yang membuat aku dan mbak Yanti ada di dunia ini. “aku kangen bapak, yanti, dan yanto.”,itu kata pertama ibu.
Ibu pulang untuk menemaniku menerima ijazah dari Unair. Menemani awal kesuksesanku, dan akhir dari perjuangan ibu selama ini.
Tanggal 29 juli 2004 tepatnya aku resmi diwisuda setelah menempuh lima tahun pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran terkenal di Indonesia itu.
(belum sampai ibu melihatku menjadi dokter spesialis paru, ibu sudah meninggalkan kami selama – lamanya karena penyakit paru – paru ibu yang mulai meradang setelah pulang dari Arab Saudi.)
*ne eLyzt nulisx waktu nunggu mo kuliah.
bukan cerita nyata kok
Kala itu Rektor Universitas Airlangga, Surabaya menyatakan bahwa Wisuda Pasca Sarjana, Sarjana, dan Diploma akademik 2003 – 2004 resmi menjadi calon penerus bangsa di masa depan. “alhamdulilah, semua yang terbaik untukmu. Trimakasih pernah menjadi kebanggaan bapak dan ibu.”, begitulah kata pertama yang sempat aku dengar dari mulut seorang malaikat hidupku yang selalu mendukung setiap langkahku untuk lebih maju dari pencapaianku selama ini.
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Bahkan bisa dibilang kami adalah keluarga yang kekurangan. Bapak adalah seorang buruh pabrik benang, yang gajinya hanya cukup untuk makan bapak, ibu, mbak, dan aku ketika aku masih belum kuliah dulu. Mbak memang seorang pegawai negri yang kerja di dinas pedesaan, di desa kami. Dan setiap bulan mendapat gajian yang alhamdulilah sedikit – sedikit bisa membantu biaya SMA ku, sebelum kejadian tragis menimpa keluarga kecil mbak Yanti. Yah…Risya anak perempuan mbak ku satu – satunya yang baru berusia 9 tahun, harus mengalami derita yang mungkin untuk dibayangkan saja aku tidak sanggup. Risya harus menahan sakitnya cuci darah di atas kasur rumah sakit yang menakutkan menurutnya. Bahkan derita Risya harus berlanjut, ayah yang selalu diharapkannya ada untuk sekedar memeluk dan menciumnya ketika dia kesakitanpun harus lebih dulu meninggalkannya karena radang ginjal yang diderita mas Priyo, suami mbak Yanti. Ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang pagi, siang, dan malamnya di kelilingi dengan pekerjaan rumah tangga dan memang hanya itu yang bisa dilakukan ibu. Namun yang selalu ku ingat dan selalu menjadi teladan untukku adalah keteguhan hati dan keikhlasan ibu menerima satu persatu ujian yang Allah berikan untuk keluarga kami. “semakin berat ujian yang diberikan Allah kepada umat-Nya, semakin akan ditinggikan derajat kaum itu”, itulah ibu yang selalu ikhlas menerima ujian hidup yang dirasa sangat berat ini.
Bulan Juli tiba, ajaran baru dimulai. Setelah aku lulus dari SMA, mungkin orang menilaiku egois dan tidak pernah memikirkan bagaimana susahnya orang tua. Tetapi, seandainya orang – orang itu tahu aku adalah satu – satunya anak lelaki di rumahku. Suatu saat aku yang harus menanggung beban keluarga. “Kenapa aku tidak boleh bermimpi menjadi seorang dokter?. Kelak aku akan buktikan kepada bapak dan ibu, kalau aku pernah membanggakan keluarga kita.”
“sudah nak, kamu nggak usah dengar kata orang. Bukan mereka yang memberi kita makan. Cukuplah hanya Allah saja yang memberi dan menolong kita.”, sungguh kata – kata ibu itu bagaikan sebongkah es yang mendinginkan hatiku yang panas saat itu. Bapak sudah hampir pensiun, gaji mbak sudah habis untuk biaya cuci darah Risya. Bahkan sawah satu – satunya hasil jerih payah kerja bapak selama ini habis terjual untuk membantu mbak mengobati Risya. Sampai akhirnya harapan Risya untuk bertemu sang ayah menuju sang penciptaNya, dikabulkan Allah.
Sore itu, angin sayup – sayup menemani ruang tamu kami yang penuh keheningan setelah hampir enam bulan keluarga kami kehilangan dua orang yang paling berharga bagi mbak Yanti. Dan enam bulan juga tepatnya aku sudah menganggur di rumah, dan belum tahu kelanjutan mimpiku yang aku tahu aku harus membantu bapak menjadi buruh di sawah milik tetangga kami. Kami duduk melingkar di ruang tamu, saling menatap kedalam hati. Mencoba merasakan hancurnya hati dan perasaan kami satu sama lain. Aku yakin, bapak, ibu, mbak, merasakan sesaknya hati dan ingin lari saja dari kehidupan ini. “pak Setyo tadi ke rumah menemui ibu, menawari ibu jadi TKW di Arab Saudi. Beliau miris melihat keadaan kita yang sepeti ini. Dilihatnya ibu yang cocok menerima pekerjaan ini”, sayup terdengar suara ibu menceritakan kejadian kala itu. Bapak kaget, “kenapa harus ibu? Kenapa bukan Yanti atau Yanto saja yang masih muda? Atau mungkin aku saja?”, tolak bapak. “aku sudah memikirkannya matang – matang pak. Ini jalan terbaik untuk keluarga kita. Bapak tahu sendiri, Yanti baru saja kehilangan suami dan anaknya. Bapak juga sudah tua, sering sakit – sakitan. Dan Yanto, adalah harapan satu – satunya keluarga kita pak. Izinkan dia kuliah, mewujudkan mimpinya jadi dokter. Biarkan ibu saja yang ke Arab, insyaAllah uangnya cukup untuk makan kalian semua dan bisa untuk kuliah Yanto pak..”, jelas ibu kepada kami semua di ruangan itu. Kami semua diam sejenak, membayangkan bagaimana ibu di Negara orang sana. Dan aku adalah anak paling durhaka seandainya nanti aku tidak sanggup membuat ibu bangga karena aku satu – satunya harapan ibu saat ini. Berminggu – minggu kami memikirkan ini semua. Sampai akhirnya pak Setyo datang lagi ke rumah menemui kami semua untuk membicarakan hal itu. “keputusannya jadi bagaimana? Kalau mau, nanti saya yang mengurus semuanya. Saya tahu ini berat, tapi mungkin ini jalan dari yang Maha Kuasa untuk kelangsungan keluarga ini. Kalau urusan biayanya biar nanti saya dulu yang nanggung, kalau sudah dapat bayaran kan bisa dikirim. Bagaimana? Kalau jadi, minggu ini sudah dibawa ke penampungan untuk dilatih.”, terang pak Setyo. “terimakasih sebelumnya pak, saya dan keluarga sudah memutuskan untuk mau kerja di Arab Saudi sampai Yanto nanti lulus kuliah.”, ibu berkata penuh percaya diri dan penuh keikhlasan, itu yang bisa aku tangkap dari mata ibu.
Sepuluh bulan sudah ibu meninggalkan keluarga kami, alhamdulilah ibu sudah bisa beli handphone untuk menghubungi kami di kampung. “jangan lupa terus belajar nak, semua yang terbaik untukmu dan mimpi – mimpimu.”, setetes air mata mungkin dibiarkan ibu menetes kala itu. Aku pun tak kuasa menahan perihnya hati saat itu. Itu adalah kali pertama ibu menghubungi kami di kampung, dan untungnya saat itu aku baru pulang dari kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Benar, Allah mengabulkan doa – doa dan harapan kami semua. Aku ditrima di Unair setelah menyisihkan 1920 orang lebih bersama ke dua puluh orang lain dalam seleksi nasional bulan juli lalu. Dan aku juga mendapat beasiswa bidik misi, ini untuk mahasiswa berprestasi yang kondisi keuangannya di bawah rata – rata. “Alhamdulilah ibu tidak perlu lagi meembayar uang gedung dan SPP ku. Yang penting IP ku harus naik setiap semesternya. Ibu hanya membayar uang praktikum saja, biar untuk makan dan hidup aku cari sendiri bu. Saya juga punya usaha jual ikan asin lho di Surabaya. Diajak teman, uangnya saya pakai untuk makan dan kost.”, itu seberkas kalimat yang aku sampaikan ke ibu untuk menenangkan hatinya yang gelisah.”
“alhamdulilah kalau begitu, ibu juga sudah rindu pelukan bapak, mbak, dan dirimu nak. Doakan ibu selalu diberi kesehatan, agar selalu kuat mendoakanmu . salam sayang dan rindu untuk semuanya nak. Assalamualaikum.”, seraya menutup teleponnya.
Sudah tahun kelima ibu tidak pulang kampung, dan tahun ini juga aku resmi menyelesaikan study ku menjadi dokter umum. Bapak sudah sering sakit – sakitan, mungkin sudah rindu ibu. “sebentar lagi pesawat ibu landing pak, kita tunggu sama – sama ya?”, begitulah penjelasanku kepada bapak dan mbak yang berada bersamaku di bandara Juanda Surabaya untuk menjemput orang yang kami tunggu kedatangannya dari tadi pagi. Sesosok perempuan paruh baya yang mulai terlihat renta dan lelah, dilindungi jilbab putih yang dibiarkannya hinggap di atas kepalanya. Menyeret koper barang di tangan kanan dan kirinya, memakai gamis cokelat tua yang tidak padu dengan jilbabnya tiba – tiba mengayun – ayunkan tangan lemahnya ke arah kami. “Alhamdulillah ibu pulang dengan selamat.”, sembari kami bertiga memeluk erat wanita yang membuat aku dan mbak Yanti ada di dunia ini. “aku kangen bapak, yanti, dan yanto.”,itu kata pertama ibu.
Ibu pulang untuk menemaniku menerima ijazah dari Unair. Menemani awal kesuksesanku, dan akhir dari perjuangan ibu selama ini.
Tanggal 29 juli 2004 tepatnya aku resmi diwisuda setelah menempuh lima tahun pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran terkenal di Indonesia itu.
(belum sampai ibu melihatku menjadi dokter spesialis paru, ibu sudah meninggalkan kami selama – lamanya karena penyakit paru – paru ibu yang mulai meradang setelah pulang dari Arab Saudi.)
Letters to Alloh
30 agustus 2010
Gak tau kenapa, tiba – tiba aku pengen sms sahabat lamaku, Trifia. Aku
inget, tanggal ini fia udah mulai kuliah di Mojokerto. Kira – kira begin
isms ku, ‘udah mulai kuliah ya vi?’
Tapi pending lama banget. Ternyata nomernya gak aktif. Aku iseng lagi
sms tiara, lalu dia bales sms ku. Dan ngasih tau berita duka, bahwa
ayahnya trifia meninggal. Aku shock. Aku tanya ke temen yang lain, dan
akhirnya gombes yang tau. Ternyata benar, ayah kandung sahabatku
meninggal di Surabaya. Alhamdulilah gombes tau nomer hp fia yang baru.
Aku langsung sms dia ngasih dukungan. Walaupun aku sadar, seandainya aku
ada di posisinya dia saat ini aku gak akan sanggup. Dengan ketegaran
yang mungkin sudah dia kumpulkan beberapa lama, dia membalas smsku. Dia
bilang terima kasih atas doanya, dan dia bilang kalau dia akan sabar dan
tabah menghadapi ini semua. Dia juga bilang, menangis ada saatnya.
Percuma juga kalau harus terus – terusan menangis, lebih baik aku berdoa
untuk alm papa.
Subhanalloh, betapa terharunya aku. Aku yang hanya sahabatnya saja,
menulis ini sambil meneteskan air mata. Betapa tegarnya fia, saat
ditinggal orang yang benar – benar disayanginya dia begitu tabah.
Sejenak terfikir dalam benakku. Betapa hebatnya sahabat yang juga sudah aku anggap saudaraku sendiri. Betapa kuat dan tabah dia menghadapi kenyataan yang mungkin paling pahit yang pernah dia rasakan dalam hidupnya. Walaupun mungkin papanya tidak merawat dia dari kecil, karena suatu masalah yanag ada dalam keluarganya. Tapi papa tetaplah papa baginya. Yang dia tahu, papa adalah malaikat ciptaan Allah yang menjadikan dia ada di muka bumi ini. Dia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, walaupun dia harus hidup dengan mama selama beberapa tahun ini. Papanya sudah punya keluarga lagi di kota lain. Fia yang hebat, yang tangguh, yang tegar dikala harus menerima ini semua, jadi pelajaran berharga buatku. Aku bersyukur pada Mu ya rabb. Engkau Maha adil. Di satu sisi, aku yang mudah hancur dan rapuh ini selalu kau berikan kekuatan hebat dari dua malaikat yang engkau kirimkan untukku. Bapak dan ibu. Di sisi lain, kau berikan ujian yang sangat berat menurutku kepada sahabatku yang paling tegar. Subhanalloh, betapa sayangnya engkau padaku Ya Alloh. Astaghfirulloh, maafkan aku yang berdosa, yang mengecewakanmu, dan jarang bersyukur atas segala rahmat dan nikmatMu ini Ya Alloh. Sungguh, tak pantas hamba meminta kepadaMu. Hamba malu atas dosa – dosa yang hamba lakukan. Semoga engkau selalu memaafkan hamba. Amien.
Sejenak terfikir dalam benakku. Betapa hebatnya sahabat yang juga sudah aku anggap saudaraku sendiri. Betapa kuat dan tabah dia menghadapi kenyataan yang mungkin paling pahit yang pernah dia rasakan dalam hidupnya. Walaupun mungkin papanya tidak merawat dia dari kecil, karena suatu masalah yanag ada dalam keluarganya. Tapi papa tetaplah papa baginya. Yang dia tahu, papa adalah malaikat ciptaan Allah yang menjadikan dia ada di muka bumi ini. Dia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, walaupun dia harus hidup dengan mama selama beberapa tahun ini. Papanya sudah punya keluarga lagi di kota lain. Fia yang hebat, yang tangguh, yang tegar dikala harus menerima ini semua, jadi pelajaran berharga buatku. Aku bersyukur pada Mu ya rabb. Engkau Maha adil. Di satu sisi, aku yang mudah hancur dan rapuh ini selalu kau berikan kekuatan hebat dari dua malaikat yang engkau kirimkan untukku. Bapak dan ibu. Di sisi lain, kau berikan ujian yang sangat berat menurutku kepada sahabatku yang paling tegar. Subhanalloh, betapa sayangnya engkau padaku Ya Alloh. Astaghfirulloh, maafkan aku yang berdosa, yang mengecewakanmu, dan jarang bersyukur atas segala rahmat dan nikmatMu ini Ya Alloh. Sungguh, tak pantas hamba meminta kepadaMu. Hamba malu atas dosa – dosa yang hamba lakukan. Semoga engkau selalu memaafkan hamba. Amien.
10 August 2010 Alhamdulillah berkah Ramadhan, Jadi MaBa
Mungkin
itu yang aku bisa ucapkan, ketika bulan Ramadhan tiba dan ketika aku
menyelesaikan semua daftar ulang aku masuk Polije. Tadi pagi sekitar jam
06.30 WIB. Aku dan ibu pergi ke Jember untuk daftat ulang. Kasian ibu
bingung dan rela melakukan apapun untuk biaya kuliah ku yang mahal untuk
jurusan satu ini. (red: rekam medik). Aku nyampek di Polije jam 09.30.
terus langsung tamya ke bapak – bapak di informasi. ‘pak, mau tes
kesehatan dimana??’. ‘ouw…disana dek…, (sambil menunjuk ‘Poliklinik’
punya Polije). Aku terus masuk sendiri. (red: orang tua dilarang masuk).
Ngisi berkas terus langsung suruh tes mata, dilanjutin tes buta
warna,dll. Alhamdulilah lancar. Terus aku sama ibu langsung ke aula,
ngambil kuitansi. Setelah itu kami langsung ke bank mandiri (tarik
tunai). Dilanjut ke BRI (setor ke Polije). Lalu, aku suruh ngisi biodata
lengkap. Biodata ortu juga. Terus suruh ngukur jaket almamater. Pulang
wes. Ospeknya masih bulan September.
Alhamdulillah….alhamdulillah…akhirnya jadi Mahasiswa juga.
13 januari 2010 The real friend forever. D’Lasiga Together We Can…!!!
Dear diary, Aku seneng banget hari itu. Aku ma anak – anak d’Lasiga
pergi ke gucialit. Niatnya sih mau foto buat buku tahunan sekolah. Tapi
karena ada beberapa anak yang gak bisa dating jadi yah itung – itung
refreshing abis rapotan. Walaupun bulan – bulan ini mau UNAS. Kita
berangkat bareng jam 09.00 wib ngumpulnya di SMA 3 LUMAJANG. Terus yang
cowok wajib bawa motor ntar boncengin yang cewek. Waktu itu aku
boncengan ma manda. Gak tega sebenernya kalo manda terus yang boncengin
aku. But kalo aku yang boncengin dia ntar alhasil gak jadi ke gucialit
malah ke RS. Dr. haryoto lagi. Maklum aku remaja gak berguna yang gak
bisa naek motor. Maaf temen yang pernah tak repotin. Aku kan gak pernah
ke gucialit nich. Ternyata jalannya tuch naek turun. Terus kalo udah
masuk perkebunannya itu jalannya penuh dengan batu – batu dan berkelok –
kelok. Alhamdulilah tapi kami semua selamat sampek tujuan. Abiis itu
langsung deh ceprat – cepret di bawah air terjun. Subhanallah indahnya
ciptaanMu ya Allah. Ini beberapa cepretan yang berhasil kita ambil.
Cekidot…
Perjalanan dilanjutkan setelah kami selesai makan – makan. Terus tanpa ada planning sebelumnya, anak – anak minta ke rumahnya sang ketua kelas mas bintoro. Pasalnya dia gak ikutan. Gak tau alasannya apaan. Putri udah berusaha sms bin, tanya dia ada di rumah apa gak. Soalnya anak buahnya pada mau ke rumahnya. Tapi seperti biasa dia gak bales sms kami. Ya udah gak apa – apa, nekat aja. Setelah sampek ke rumahnya bin di senduro, gak tau deh anak – anak kok bisa tau alamatnya. Udah pernah kale ke rumah ini. Gang katab nomer 8, senduro. Gak terlalu jauh dari jalan raya. Suasana desa Senduuro yang adem bikin betah, gak mau pulang lagi. Hehehehehe. Tok. Tok ‘Assalamualaikum’…lalu ibu – ibu paruh baya dengan senyum manisnya menjawab ‘Waalaikumsalam’. ‘bintoronya ada bu??’. ‘ ow…ada silakan masuk’, jawab beliau ramah sembari menyuruh kami masuk. Tak lama kemudian sang ketua kelas keluar dengan memakai kaos putih yang bertuliskan ‘Bali Bukan Hawaii’. Siapa juga yang bilang kalo Bali itu Hawaii. ^^ ‘ayo melbu rek’. ‘aku sms kok gak dibales Bin???’, tanya putri. ‘ow…hp ku tak ces ndek nduwor put’, jawabnya tanpa beban. Payah……>.< Rumah kecil yang didesain indah. Dengan cat warna krem. Dan pernak – pernik unik yang ditata rapi di setiap sudut rumah. Dan aku juga sempet liat ada kayak miniature, yang aku yakin pasti belinya di Palembang. Sok tau amat gue. Dan terpajang dengan gagah foto sang pemilik rumah.(red: foto bapaknya bin^^. Gak usah dipublikasikan deh fotonya) Terus satu persatu kami minta anter bin ke kamar mandi, mau wudlu terus sholat. Dan bin ma bundanya juga udah nyiapin sarung ma mukena buat sholat di musholla di belakang rumahnya. Aku ma rate ngantri tuh ke kamar mandi. Terus sholat deh. Alhamdulilah jadi sedikit tenang. Next, setelah sholat. Ya ampyun bayangkan anak dua puluh tiga ekor ^^ dipesenin mie sama bakso. Alhamdulilah, terimakasih bundanya mas bin yang baik banget. Terus anak – anak bisik – bisik tuh ma bin, minta duren. Kan di senduro emang pabriknya^^. Dasar anak – anak ini gak tau malu. Udah dikasih makan minta yang laen. Maap bunda. ‘waduh maap ya durennya cuma ada sepuluh, belum musimnya’, kata bunda. Ya ampun gak apa – apa bunda. Langsung deh anak – anak belah duren. Maknyus durennya. Setelah selesai mengobrak – abrik rumah mas bin, n alhmdulilah perut juga udah kenyang^^ kami pamit go home deh. Salaman ma bunda dulu sambil bilang ‘maaf ya bunda udah ngrepotin dan terimakasih buat semuanya.
Perjalanan dilanjutkan setelah kami selesai makan – makan. Terus tanpa ada planning sebelumnya, anak – anak minta ke rumahnya sang ketua kelas mas bintoro. Pasalnya dia gak ikutan. Gak tau alasannya apaan. Putri udah berusaha sms bin, tanya dia ada di rumah apa gak. Soalnya anak buahnya pada mau ke rumahnya. Tapi seperti biasa dia gak bales sms kami. Ya udah gak apa – apa, nekat aja. Setelah sampek ke rumahnya bin di senduro, gak tau deh anak – anak kok bisa tau alamatnya. Udah pernah kale ke rumah ini. Gang katab nomer 8, senduro. Gak terlalu jauh dari jalan raya. Suasana desa Senduuro yang adem bikin betah, gak mau pulang lagi. Hehehehehe. Tok. Tok ‘Assalamualaikum’…lalu ibu – ibu paruh baya dengan senyum manisnya menjawab ‘Waalaikumsalam’. ‘bintoronya ada bu??’. ‘ ow…ada silakan masuk’, jawab beliau ramah sembari menyuruh kami masuk. Tak lama kemudian sang ketua kelas keluar dengan memakai kaos putih yang bertuliskan ‘Bali Bukan Hawaii’. Siapa juga yang bilang kalo Bali itu Hawaii. ^^ ‘ayo melbu rek’. ‘aku sms kok gak dibales Bin???’, tanya putri. ‘ow…hp ku tak ces ndek nduwor put’, jawabnya tanpa beban. Payah……>.< Rumah kecil yang didesain indah. Dengan cat warna krem. Dan pernak – pernik unik yang ditata rapi di setiap sudut rumah. Dan aku juga sempet liat ada kayak miniature, yang aku yakin pasti belinya di Palembang. Sok tau amat gue. Dan terpajang dengan gagah foto sang pemilik rumah.(red: foto bapaknya bin^^. Gak usah dipublikasikan deh fotonya) Terus satu persatu kami minta anter bin ke kamar mandi, mau wudlu terus sholat. Dan bin ma bundanya juga udah nyiapin sarung ma mukena buat sholat di musholla di belakang rumahnya. Aku ma rate ngantri tuh ke kamar mandi. Terus sholat deh. Alhamdulilah jadi sedikit tenang. Next, setelah sholat. Ya ampyun bayangkan anak dua puluh tiga ekor ^^ dipesenin mie sama bakso. Alhamdulilah, terimakasih bundanya mas bin yang baik banget. Terus anak – anak bisik – bisik tuh ma bin, minta duren. Kan di senduro emang pabriknya^^. Dasar anak – anak ini gak tau malu. Udah dikasih makan minta yang laen. Maap bunda. ‘waduh maap ya durennya cuma ada sepuluh, belum musimnya’, kata bunda. Ya ampun gak apa – apa bunda. Langsung deh anak – anak belah duren. Maknyus durennya. Setelah selesai mengobrak – abrik rumah mas bin, n alhmdulilah perut juga udah kenyang^^ kami pamit go home deh. Salaman ma bunda dulu sambil bilang ‘maaf ya bunda udah ngrepotin dan terimakasih buat semuanya.
Fadhilah Sholawat Nariyah
1. Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca
sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan
cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan,
maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt.
Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut
(boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah
Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini
dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh.
2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.
3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.
4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.
5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.
Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari
sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya”
2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.
3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.
4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.
5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.
Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari
sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya”
21 juni 2010 SENGKALING - MALANG
Malang,
kota adem yang bikin alergiku kambuh kalo di sana. Tapi udah seminggu
disana jadi alhamdulillah lumayan gak terlalu parah lah alerginya (red:
alergi dingin). Setelah tanggal 20 juni kemarin aku tes STAN, aku diajak
mbak. Luk dan keluarga ke SENGKALING. Salah satu tempat wisata
kebanggan kota Malang. Acaranya sih selain buat liburan tapi juga liat
adek galuh perpisahan dari play groupnya. Penjelasan SENGKALINGnya ntar
aja deh. Aku cari dulu di pak google sama mbah wiki. Acaranya jam 8 tapi
ngaret sampek jam 10. ya maklumlah anak – anak play group sama TK kalo
didandani lari sana sini. Terus aku kebagian jadi sie. Dokumentasi deh.
Suruh cepret sana cepret sini. Tapi aku gak dicepret tuch sama orang –
orang itu..jahat…>.<. Setelah liat – liat anak kecil – kecil itu
beraksi di depan pentas dengan lucu dan polosnya. Kami semua memutuskan
maem dulu dan dilanjutkan dengan berenang di kolam renang^^ bareng galuh
and ariel. Udah Malangnya dingin, ditambah aku nyebur di kolam.
Alergiku semakin menjadi deh. Tapi gak apalah, perjalanan dilanjutkan.
Tapi gak bisa maen – maen kayak di JTP (Jatim Park) atau WBL, soalnya
kalo di SENGKALING itu lebih condong wahananya buat anak kecil – kecil.
Jadi ya aku cuma maen keranjang – keranjangan yang muter itu loch (red:
dermulen). Terus sama sempet naek perahu juga sih. Seru banget ma anak –
anak kecil. Jadi gak stress. Ditambah lagi aku jadi pengen jadi guru TK
aja. Aku juga sempet tanya – tanya ke bu gurunya galuh, gimana susah
senengnya jadi guru TK. Katanya gak ada susahnya kok. Enak, bisa awet
muda.
3 agustus 2010 Ketika mimpi jadi kebutuhan
Ini
hari yang paling menentukan dalam hidupku. Sebenarnya aku gak terlalu
berharap hari itu aku bisa masuk di salah satu Universitas Ikatan Dinas
di Negara ini (red: STAN).
Bayangkan saja tidak lebih dari 100 ribu pemuda – pemudi kebanggaan
negeri ini, halah bahasanya mencoba mengadu nasib untuk bias kuliah
gratis di ibu kota Negara (red: Jakarta) dengan biaya kuliah 0%, dan
jebolannya pun bias langsung jadi pegawai negeri. Coba pikir, orang tua
mana yang gak mau anaknya bias masuk di sana. Bahkan aku ingat, saat aku
dulu daftar tepatnya tanggal 26 mei 2010 di Badan Diklat Keuangan kota
Malang. Aku berangkat sehari sebelum daftar (red: 25 mei 2010) dianter
mbak devi, sodaraku. Kita nginep di rumahnya mbak Luk, kakaknya mbak
devi, waduh mbulet.com. hehehehehe.
Awalnya kami berdua udah suudzon dulu, maklumlah temenku uci yang lebih
dulu daftarnya. ‘huch lyzt, aku yang datang jam 5 pagi di kantor itu
aja, dapet antrian nomer 49’. ‘Waduh mbak devi, kita berangkat jam
berapa kalo gitu???. ‘Jam setengah 7 aja wes lyzt’. Gile…kantor belum
buka aja, yang ngantri udah banyak banget???. Tapi aku seneng kok, liat
banyak orang ngantri, bingung, lari sana – sini. (jahat banget aku
ya???). Aku duduk aja di kursi yang udah tersedia disana, dan aku
kenalan ma salah satu cewek yang pake kerudung pink dengan rok batik,
namanya Desy Gita Pratama. Aku tau soalnya baru kenalan. Dia dari
Kalimantan, tapi babenya kerja di Jember. Jadi, anaknya tinggal di
Malang. Gak nyambung kan???. Tenang pemirsa, walaupun ayahnya Desy kerja
di Jember tapi dia juga punya rumah di Malang, begono lah ceritanya.
‘gak ikut SNMPTn mbak? Kata Desy. Iya ikut, ngambil di ITS ma Jember
jawabku. Kalau seandainya ketrima dua – duanya gimana??? (red: STAN ma
ITS). Aku jawab aja dengan penuh PD, ya pilih ITS. Dia kaget banget, di
mana – mana kalo disuruh milih itu pasti semua oramg di jagad raya ini
milih STAN. Weleh bahasanya. Aku kaget pas dia bilang kalo udah ketrima
di ITS jalur PKM alias Kemitraan dan Mandiri. Gak usah bingung lagi
pemirsa, PKM itu jalur sebelum SNMPTN buat mereka – mereka yang pinter
tapi juga berduit. Bayangkan aja, beli formulirnya aja sejuta. Terus
ntar harus ngisi kesanggupan bayar sumbangannya. Dia bilang harus bayar
45 jt di ITS jurusan Sistem Informasi. Ngebayangin duit 45 juta aja aku
gak pernah. Ditaruh di karung, habis berapa ya???. Kita kembali ke
cerita sebelumnya ya??? Dari tadi ngelantur terus. Setelah aku ma desy
ngobrol sana – sini, maklum aku kan supel. Lanjut„, akhirnya kantor
dibuka aku ma desy langsuung lari ngantri ngambil nomer antrian.
Alhamdulilah aku dapet nomer 5, jadi gak lama – lama nunggunya. Setelah
antrian nomer 5 dipanggil, aku langsung verifikasi data ma petugasnya.
Aku akui emang kinerja tim dari STAN itu cepet, tanggep, teliti, and
canggih wes. Aku dapet tempat ujian di fakultas Tek.Sipil Lt.2 R.4 Univ.
Merdeka Malang. Nomor ujian 05.2.05445 sektor 23. Singkat cerita,
tesnya tanggal 20 Juni 2010. Soal tesnya ada 180 butir (120 Tes Potensi
Akademik ; 60 Bahasa Inggris). Bukannya sombong, menurtku soalnya sih
gak terlalu sulit. Tapi kok ya aku gak ketrima, mungkin belum rejekinya.
Padahal aku udah bayangin naik busway. Yah mungkin rejekiku di jember
aja. Maap pemirsa, cerita sedih – sedihnya gak tak espos. Ntar jadi
membuka luka di hatiku. Weleh – weleh.
*tes STAN tgl 20 Juni 2010. berangkat ke Malang tgl 18 Juni 2010 sore. Sendirian lagi, naik bis.
Tgl 16 – 17 juni tes SNMPTN di univ.jember (tunggu cerita selengkapnya)
*bapak, maaf karena belum bisa buktiin apa – apa. Dan maaf kalo
kegagalan – kegagalan ku bikin bapak stress. Ibu makasih karena selalu
memberi semangat dan bias membesarkan hati ku saat aku terpuruk.
10 juni 2010 Gak jodoh kale!!!
Aku daftar Poltekkes Malang jurusan Perawat ma Gizi Malang. Dianter mbak
luk buat verifikasi data. Pokoknya aku ngucapin banyak terima kasih deh
buat mbak luk soalnya udah ngizinin aku nginep di rumahnya mulai
tanggal 18 – 24 juni 2010.
Aku tes Poltekkes di Balai Merdeka Universitas Merdeka tanggal 23 juni dianter sama mas yok. Tapi tanggal 30 juni aku harus nelen pil pahit lagi. Aku gagal.
Aku tes Poltekkes di Balai Merdeka Universitas Merdeka tanggal 23 juni dianter sama mas yok. Tapi tanggal 30 juni aku harus nelen pil pahit lagi. Aku gagal.
PMDK REGULER ITS 2010/2011 12 februari 2010
Pemirsa ini adalah bukti atau tanda peserta waktu aku daftar PMDK di ITS
jurusan Teknik. Kelautan. Alasan aku pilih Teknik Kelautan soalnya aku
pengen meneruskan jejak sang ayahku yang dulu kerjanya di Perusahaan
Samudra Besar, Benoa Bali. Tapi perlu anda ketahui kalo kuliah di
jurusan ini gak disuruh melaut nyari ikan kok. Teknik Kelautan ini kayak
ngurusin masalah yang ada di laut, atau bangunan – bangunan lepas
pantai di laut. Lebih lengkapnya cari sendiri di www.eo.ac.id
Dulu aku daftar online di rumah Bryan. Maklum aku gaptek. Dan Bryan yang
udah lebih dulu daftar, katanya takut aku salah entry data. Soalnya
kalo sampek salah bias fatal deh. Disitu ada form buat ngisi biodata
lengkap plus nilai rapot dari semester satu sampek semester lima. Terus
dikirim paling lambat tanggal 3 april 2010. Dan dari SMA 3 Lumajang
yang daftar ada 7 anak ; aku, fauzan, tri, reza, bryan, zuki, fandy.
Dan kami memutuskan untuk meminta bantuan bapaknya fandy ngirim
berkasnya ke ITS. Terima kasih bapaknya fandy. Tapi sayang tanggal 30
april yang kami harap – harapkan nyatanya jadi mimpi buruk. Sma 3
lumajang gak ada yang ketrima, in isms nya Bryan. Untuk memastikan aku
minta anter ibu buat liat pengumuman itu di warnet. Tapi beberapa kali
dicari gak ada satupun nama temen2 yang tercantum. Aku sih nangis2. tapi
temen2ku bilang mungkin ada hikmahnya. Mungkin aja rejeki kita di
SNMPTN. Kan enak lebih murah bayarnya. Ya wez positif thinking aja.
19 juli 2010 Mudah – mudahan kamu jadi masa depanku..
Setelah aku selesai menangis dan meratapi nasib.
Tanggal itu aku berangkat ke jember sama choriek naik motor, buat daftar Politeknik Negeri Jember.
Aku kan gak tau apa2. milih jurusan pun ikut2an choriek. Milihnya Rekam Medik. Itu yang bagu katanya. Tanggal 24 juli tes. Terus pengumuman tanggal 28 juli. Kok ya nasibku harus kayak gini. Aku ketrima cadangan doang. Sedangkan ketiga temenku ketrima semua. Terus akhirnya tanggal 29 juli aku daftar ujian local unej. Bingung mau ngambil jurusan apa. Yang ada dibenakku sih, pokoknya bias masuk n bias kuliah. Tapi ternyata aku dapet info dari mbaknya choriek kalo cadangan itu ditrima tapi bayarnya harus sedikit mahal. Aku nangis2 terus di kamar setiap malem. Aku gak tega ma ibuku. Kalo yang lolos aja harus bayar 12 jt. Apalagi aku nanti???. Terus tanggal 4 agustus aku ma ibu tes wawancara nego uang. Tapi alhmdulilah dimudahkan jalanku ma Allah. Ibuku suruh nambah 2,5 jt. Tapi pengumuman yang cadangan masih tanggal 9. moga aja ketrima.
Tanggal itu aku berangkat ke jember sama choriek naik motor, buat daftar Politeknik Negeri Jember.
Aku kan gak tau apa2. milih jurusan pun ikut2an choriek. Milihnya Rekam Medik. Itu yang bagu katanya. Tanggal 24 juli tes. Terus pengumuman tanggal 28 juli. Kok ya nasibku harus kayak gini. Aku ketrima cadangan doang. Sedangkan ketiga temenku ketrima semua. Terus akhirnya tanggal 29 juli aku daftar ujian local unej. Bingung mau ngambil jurusan apa. Yang ada dibenakku sih, pokoknya bias masuk n bias kuliah. Tapi ternyata aku dapet info dari mbaknya choriek kalo cadangan itu ditrima tapi bayarnya harus sedikit mahal. Aku nangis2 terus di kamar setiap malem. Aku gak tega ma ibuku. Kalo yang lolos aja harus bayar 12 jt. Apalagi aku nanti???. Terus tanggal 4 agustus aku ma ibu tes wawancara nego uang. Tapi alhmdulilah dimudahkan jalanku ma Allah. Ibuku suruh nambah 2,5 jt. Tapi pengumuman yang cadangan masih tanggal 9. moga aja ketrima.
16 juli 2010 snmPTN riwayatmu kini..
Inilah penantian terbesar dalam hidupku. Ini pengumuman SNMPTN. Singkat
cerita deh. Biar gak keinget – inget masa sedih itu. Aku minta anter ibu
buat liat pengumuman jam 18.00 WIB. Aku buka www.web.snmptn.ac.id.
Terus di situ ada form buat ngisi nomer peserta dan liat hasilnya.
Dedeng….dedeng….setelah nomer aku masukin terus di enter. “maaf, nomer
peserta anda tidak diterima”. Itu bunyinya. Betapa rasanya langit ini
runtuh dan mau kiamat. Aku kuliah dimana bu???. Ibuku mencoba
membesarkan hatiku. Gak apa2, ka nada ujian local unej. Tapi usut punya
usut ternyata ibuku terpukul banget waktu tau aku gak ketrima SNMPTN.
Kalo yang waktu aku gak ktrima PMDK ma Poltekkes sih gak apa2. aku
pulang dan bersimpuh ke bapak. Maaf pak aku gak ditrima. Betapa bapakku
shock mendengar itu. Aku nangis darah. Dan Bintoro orang pertama yang
aku kasih tau. ‘pakdhe aku gagal’. Dan dia cuma bales ‘ sabar bulik,
sabar’. Di malem2 itu banyak temen2ku yang ngasih kabar ketrima disana –
sini. Betapa hancur banget hatiku saat itu.
Aku tes SNMPTN tanggal 16 – 17 juli 2010 di fak.Ekonomi Universitas
jember.
SSC with Love and Pray 10 mei 2010
Itu awal aku ikut bimbel di SSC di Jl. Kalimantan nomer 14 – 16, Jember.
Mulanya sih aku udah niat gak ikutan bimbel. Soalnya selain bayarnya
mahal, aku juga udah yakin bisa ketrima PMDK ITS. Sebenernya aku telat.
Soalnya temen2ku udah pada bimbel mulai tanggal 24 april 2010. itu aja
aku ikutan bimbel dari beberapa malam aku nangis di rumah minta bimbel
ma ibu. Gak tega juga sih sebenernya. Tapi aku kayak punya sugesti
positif kalo yang aku ikut bimbel pasti aku ketrima SNMPTN. Walaupun
kenyataannya gak T_T….aku daftar di SSC itu sore dianter ma mbk.vani n
iik temenku SMP. Bayarnya 960 ribu untuk kelas regular (kelas personal
dan full day lebih mahal lagi, tapi aku lupa berapa harganya). Dan aku
bimbel tiap hari kecuali tanggal merah mulai jam 7 pagi sampek 10 pagi.
Kita selalu gonceng tiga. Hehhehehe. Sempet dikasih peringatan juga ma
pak satpam yang jaga di Unej. Tapi biarlah. Aku seneng bimbel. Bias
ketemu ma temen2 baru dari antero nusantara. Weleh. Yang aku inget itu
yang namanya Salim. Dia dari Medan. Dia udah lulus tahun lalu, but di
Medan dia gak ktrima SNMPTN. Alasannya sih kalo soal2 di Regional 1 itu
lebih sulit dibanding regional 3. halah kalo bukan rejekinya juga gak
bakalan masuk. Dia itu paling pinter kalo matematika. Tapi dia jadi gak
seneng ma pelajaran lainnya.
Aku ikut try out berkali – kali. Tapi aku Cuma bias lulus 2. (red:
Pend.Fisika Unej). Aku yakin aja bisa waktu SNMPTN. Tapi Tuhan
berkehendak lain. Aku gagal juga SNMPTN.
But aku seneng bisa bimbel di SSC with love n pray.
Alhamdulillah..:D
Alhamdulillah hirobbil alamin.Hari ini 7 agustus 2010 aku pengumuman gelombang ke II Universitas Jember. Sebenernya aku udah gak mau liat pengumuman. Pertama aku takut gak diterima, udah trauma beberapa kali gak diterima. Kedua aku emang udah lebih milih yang di Poltek soalnya jurusannya lebih bagus. (red: Rekam Medik). Tapi setelah sore aku coba iseng – iseng aja sms fandy (red: temenku yang dari tadi pagi nyuruh aku liat pengumuman soalnya dia juga ketrima di Tek.sipil).
Elyzt : fand liatin pengumumannya ya??
Nomerku 2230898
(setelah beberapa menit kemudian)
Fandy : selamat iogh,
Kamu diterima di Pend. Bahasa Indonesia
Mau diambil apa gak??
Elyzt : Alhamdulillah
Tapi gak tak ambil, aku ngambil di Polteknya aja.
Summary that :
Menurutku ALLAH itu ‘Unik’ dan gak bisa ditebak (semua orang juga gak bisa nebak keputusannya ALLAH). Dikala aku butuh banget dapet bangku kuliahan, rasanya sulit banget. Tapi disaat aku udah menentukan tujuan, ALLAH malah langsung memberiku dua – duanya. Subhanallah
Langganan:
Postingan (Atom)

























