Minggu, 17 Maret 2013

Asal Muasal Kata 'Mengsle'

dari kanan (milla, elys, qorik, iin)
 Mengsle dalam bahasa Jawa berarti tidak lurus alias miring. Saya pertama kali mendengar istilah ini sejak masih duduk di bangku SMA. Entah siapa dulu yang mempelopori istilah ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu #sok banget, istilah ini mulai booming lagi diantara temen-temen kuliah khususnya yang se SMA dengan saya. Sebut saja qorik, kita mengistilahkan hal-hal yang sedikit  konyol dengan istilah mengsle tersebut.
elys dan milla
Misalnya saja ketika kami bertiga (saya, milla, dan qorik) memutuskan untuk membeli es degan yang pastinya nikmat kalau dinikmati waktu siang bolong #untung gak bareng sundel bolong. Di warung tersebut tersedia varian rasa es degan, mulai es degan duren, es degan alpukat, es degan jeruk susu pun ada di warung ini. Karena menu utamanya degan jadi orang-orang kalau pesan cuma bilang 'temennya' durennya aja, misalnya jeruk susu, jeruk, atau alpukat. Itu berarti yang dimaksud pembeli adalah membeli es degan dengan tambahan 'teman-temannya' yang disebutin tersebut. Saya dan qorik sering membeli es degan di tempat itu, saya ttidak menyagka kalau milla tidak seberuntung kita heleh bahasanya. Pasalnya hari itu milla baru pertama kali beli es degan di tempat itu, maklumlah milla kan setiap detik dalam hidupnya harus belajar jadi gak sempat deh beli es degan pisss mill... hahahaha. Karena favorit saya es degan+jeruk+susu jadi saya menawarkan menu itu ke teman-teman saya tersebut. "Yuk (panggilan mesra kami bertiga), jeruk susu ya???", tawaran saya."Oke yuk", serempak mereka berdua menyetujui tawaran saya. Akhirnya saya memesankan 3 bungkus es degan jeruk susu. Setelah lumayan lama menunggu karena di tempat tersebut memang laris manis es degannya, akhirnya kami dilayani. Satu persatu es degan pesanan kita mulai dibungkus, dan seketika itupun milla mengeluarkan statement yang WOW banget "lho, kan kita pesen jeruk susu kok ada degannya?", dengan ekspresi tak berdosa. Seketika suasana menjadi hening, sunyi, sepi diiringi tiupan angin dan suara lalu lalang kendaraan di jalan ditambah dengan suara-suara daun yang berguguran dari pohon-pohon, kami (saya dan qorik) hanya bisa saling menatap satu sama lain dan "hwahwahwahwahwahwa", tawa geli akhirnya meledak seketika. Kan ini menu utamanya degan milla, ya jelas ada degannya. Hahahahahaha. Dan kemengslean ini akan terkenang sepanjang hayat lebayyyyyyyy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar